Pura Besakih adalah pura terbesar, tertua, dan tersuci di Bali. Setiap hari, ribuan wisatawan dan umat Hindu mengunjungi kompleks pura megah ini untuk merasakan energi spiritual yang kuat dan menikmati pemandangan pegunungan yang mengagumkan. Berada di lereng Gunung Agung, Pura Besakih menghadirkan suasana sejuk, tenang, dan penuh makna—sebuah pengalaman budaya yang sangat berkesan.
Saat melangkah masuk ke area pura, kamu akan langsung merasakan aura sakral yang menyelimuti setiap sudut. Arsitektur khas Bali, gapura tinggi, meru bertingkat, dan panorama Gunung Agung menciptakan pemandangan yang sulit dilupakan.
Sejarah dan Makna Pura Besakih
Pura Besakih memiliki sejarah panjang yang menyatu dengan perjalanan spiritual masyarakat Bali. Berdasarkan catatan lontar dan tradisi turun-temurun, asal-usul pura ini berhubungan erat dengan perjalanan suci Rsi Markandeya, seorang pendeta besar dari Jawa Timur yang datang ke Bali pada abad ke-8.
Saat tiba di Gunung Agung, Rsi Markandeya dipercaya menerima wahyu untuk membuka kawasan suci dan membangun tempat pemujaan bagi Sang Hyang Widhi. Ia kemudian melakukan ritual penanaman Panca Datu—lima logam suci seperti emas, perak, tembaga, besi, dan perunggu—ke dalam tanah Gunung Agung sebagai simbol kehidupan dan keseimbangan alam.
Prosesi sakral inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Pura Besakih, yang kemudian berkembang menjadi pusat spiritual umat Hindu Bali. Seiring berjalannya waktu, masyarakat Bali membangun pura-pura lain di sekitarnya, sehingga kini Besakih dikenal sebagai kompleks pura terbesar di Indonesia.
Perkembangan Menjadi “Mother Temple”
Selama berabad-abad, Besakih terus tumbuh menjadi jantung kehidupan keagamaan Bali. Kompleks ini kini terdiri dari:
- Pura Penataran Agung sebagai pura utama
- Lebih dari 80 pura pendamping
- Puluhan pelinggih, meru, bale, dan bangunan sakral
Struktur besar ini bukan dibangun sekaligus, melainkan berkembang secara bertahap mengikuti kebutuhan upacara, garis keturunan keluarga, dan perkembangan ajaran agama Hindu di Bali.
Pura Besakih disebut “Pura Agung” atau “Mother Temple of Bali” karena berfungsi sebagai pusat spiritual seluruh pura di Bali. Hampir semua kegiatan besar keagamaan merujuk ke Besakih sebagai pusat penyucian dan persembahan tertinggi.
Lokasi Pura Besakih
Pura Besakih berlokasi di Bali Timur, Desa Besakih, Kecamatan Rendang.
Estimasi waktu perjalanan:
- 1,5 jam dari Kuta / Seminyak
- 1 jam dari Ubud
- 45 menit dari Karangasem
- 2 jam dari Bandara Ngurah Rai
Jalan menuju lokasi sudah bagus dan dapat dilalui motor maupun mobil. Tur ke pura Besakih juga bisa di kombinasikan dengan mengunjungi Pura Lempuyang karena lokasinya sama sama di Bali Timur, Kurang lebih 1 jam perjalanan
Daya Tarik Utama Pura Besakih
1. Kompleks Pura Terluas dan Termegah
Pura Besakih bukan hanya sebuah pura, tetapi kompleks raksasa yang dipenuhi pura-pura dengan fungsi yang berbeda. Kamu bisa menjelajahi area pura sembari menyaksikan arsitektur Bali yang autentik.
2. Latar Gunung Agung yang Dramatis
Gunung Agung berdiri kokoh di belakang pura, menciptakan latar foto yang sangat ikonik. Pada hari cerah, pemandangan ini menjadi salah satu spot terbaik untuk fotografi.
3. Arsitektur Hindu Bali yang Indah
Kamu akan menemukan meru bertingkat, ukiran khas Bali, dan gerbang candi bentar yang megah. Setiap detailnya menunjukkan kesakralan dan seni budaya Bali.
4. Ritual dan Upacara Sepanjang Tahun
Karena statusnya sebagai pura tertinggi, Besakih menjadi pusat berbagai upacara besar seperti Betara Turun Kabeh dan Ekadasa Rudra. Mengunjungi pura saat upacara berlangsung memberikan pengalaman budaya yang sangat kaya.
Harga Tiket Masuk Pura Besakih (Mudah Dicopy)
• Dewasa (WNI & WNA): Rp 60.000
• Anak-anak: Rp 30.000
• Parkir motor: Rp 5.000
• Parkir mobil: Rp 10.000
Tiket ini sudah termasuk:
Shuttle transport dalam area pura
Guide lokal resmi (aturan terbaru)
Aktivitas Menarik di Pura Besakih
- Menjelajahi puluhan pura dalam satu kawasan
- Mengikuti penjelasan guide lokal tentang sejarah dan filosofi pura
- Berfoto dengan latar Gunung Agung
- Mengamati upacara adat jika sedang berlangsung
- Trekking ringan di area pegunungan yang sejuk
Kapan Waktu Terbaik Berkunjung?
- Pagi hari (08.00–10.00) – udara sejuk, belum ramai
- Musim kemarau (April–Oktober) – langit lebih cerah, Gunung Agung terlihat jelas
- Hari biasa, bukan hari raya besar – agar tidak terlalu padat
Fasilitas di Pura Besakih
- Area parkir luas
- Shuttle resmi ke area utama
- Guide lokal berlisensi
- Penyewaan sarung & selendang
- Toilet & tempat istirahat
- Warung & kios minuman
- Pusat informasi wisata
Tips Penting untuk Pengunjung
- Pakai sarung dan selendang (wajib).
- Gunakan pakaian sopan dan nyaman.
- Siapkan stamina—area cukup luas dan bertangga.
- Hormati area suci dan jangan memotret umat tanpa izin.
- Hindari masuk pura jika sedang menstruasi (aturan adat Bali).
Pura Besakih adalah pusat spiritual Bali yang memadukan alam, budaya, dan arsitektur dalam satu pengalaman wisata yang luar biasa. Pura ini menunjukkan kekayaan budaya Bali yang kuat dan menghadirkan suasana sakral yang membuat setiap pengunjung merasa takjub.
Jika kamu ingin mengetahui destinasi wisata Bali lainnya yang tidak kalah menakjubkan, kamu bisa menjelajahi panduan wisata kami dan temukan berbagai tempat menarik untuk perjalanan berikutnya di Daftar Pura Menarik di Bali danDaftar Pantai Paling Ikonik di Bali.
FAQ – Pura Besakih
1. Apa itu Pura Besakih?
Pura Besakih adalah pura terbesar dan tersuci di Bali. Kompleks ini terdiri dari lebih dari 80 pura dan menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Hindu Bali.
2. Di mana lokasi Pura Besakih?
Pura Besakih terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, di lereng Gunung Agung.
3. Berapa harga tiket masuk ke Pura Besakih?
Harga tiket masuk untuk dewasa adalah Rp 60.000 dan anak-anak Rp 30.000. Tiket sudah termasuk shuttle dan guide lokal.
4. Jam berapa Pura Besakih buka?
Pura Besakih buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 18.00 WITA.
5. Apa waktu terbaik untuk berkunjung ke Pura Besakih?
Waktu terbaik adalah pagi hari (08.00–10.00) atau saat cuaca cerah agar Gunung Agung terlihat jelas.
6. Apakah pengunjung wajib memakai sarung dan selendang?
Ya. Semua pengunjung wajib memakai sarung dan selendang sebagai bentuk penghormatan terhadap area suci.
7. Apakah wanita yang sedang menstruasi boleh masuk?
Tidak. Menurut adat Bali, wanita yang sedang menstruasi tidak diperkenankan memasuki area pura.
8. Apa saja aktivitas yang bisa dilakukan di Pura Besakih?
Anda bisa menjelajahi kompleks pura, mengikuti guide lokal, berfoto dengan latar Gunung Agung, atau menyaksikan upacara keagamaan jika berlangsung.